3 Kesalahan saat Mempertimbangkan Arti Nama Anak

3 Kesalahan saat Mempertimbangkan Arti Nama Anak

Banyak yang masih menganggap pemberian nama kepada bayi yang baru lahir merupakan perkara yang mudah hingga dianggap sepele. Padahal, pemberian nama adalah tugas dan kewajiban pertama dari orang tua kepada anaknya. Jadi, hal ini harus diperhatikan dengan baik. Berikut ini ada beberapa kesalah yang sering terjadi pada saat memberikan arti nama kepada bayi atau anak.

1. Memandang Fisik

Pada saat bayi baru lahir, biasanya ada salah satu keluarga baik itu orang tuanya sendiri maupun kakek nenek yang memandang fisik bayi yang baru lahir. Terkadang pula ada yang memanggil bayi tersebut dengan sebutan atau nama yang sesuai dengan fisiknya. Misalnya saja fisik bayi atau anak tersebut termasuk yang besar dan gemuk.

Nah, biasanya panggilan tersebut berupa “Ndut.” Inilah yang tidak baik dilakukan saat memanggil atau memberikan nama. Ada juga yang memberi nama atau panggilan dengan bahasa daerah misalnya hideung yang artinya hitam. Hal-hal semacam ini yang tidak baik diberlakukan atau diterapkan dalam sebuah keluarga.

2. Kurang Mempelajari Sejarah

Selain memandang fisik, pemberian nama juga diberikan secara asal-asalan. Apalagi nama yang mengandung bahasa asing dan tanpa mempelajari arti dari bahasa tersebut. Biasanya hal ini dilakukan karena mengikuti tren yang sedang hits. Misalnya menggunakan nama asing dari Bahasa Inggris atau bahasa lainnya.

Pada saat memberikan nama yang berasal dari bahasa asing ini, kebanyakan para orang tua tidak mencari makna dibalik sumber nama tersebut. Dikarenakan tren sedang hits jadi mengabaikan makna. Inilah yang menyebabkan pemberian nama tidak memberikan arti yang sesungguhnya.

Pasalnya nama adalah sebuah harapan dan doa. Oleh karena itu, ada baiknya sebelum memberikan nama pelajari terlebih dahulu sejarah asal usul penyusunan sumber nama tersebut dan carilah inspirasi nama bayi yang tepat.

3. Menyamaratakan Nama Laki-Laki dan Perempuan

Hal yang tidak diperhatikan adalah menyamaratakan nama perempuan dan nama laki-laki. Biasanya para orang tua cenderung terburu-buru menyiapkan nama sebelum jenis kelamin bayi terdeteksi. Boleh saja menyiapkan, asal tidak boleh memaksakan penggunaan nama yang tidak sesuai dengan jenis kelamin bayi atau anak.

Apabila terus dipaksakan, hal ini dapat berakibat pada masa remaja atau masa menuju dewasa sang anak. Biasanya anak akan sering menghadapi masalah perilaku yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Tidak hanya itu saja, nama yang tidak sesuai dengan jenis kelamin, biasanya menjadi bahan olokan atau bully terutama saat anak berada di lingkungan yang tidak tepat. Oleh karena itu, ada baiknya sebagai orang tua memilihkan nama yang sesuai dengan jenis kelamin agar lebih nyaman untuk anak.

Itulah beberapa informasi mengenai kesalahan yang biasanya kerap kali terjadi saat pemberian arti nama kepada bayi yang baru lahir atau anak-anak. Ada baiknya sebagai orang tua yang baik dan bijaksana lebih memperhatikan nama yang kelak terus disandang oleh anak. Jangan lupa juga bila ingin memberikan nama panggilan, usahakan memberikan nama panggilan yang bagus juga.