Aturan Penulisan Gelar Spd menurut PUEBI yang Benar

Aturan Penulisan Gelar Spd menurut PUEBI yang Benar

Penulisan gelar spd ataupun lainnya tentu harus mengacu pada aturan yang tertera di PUEBI. Terutama ketika ingin membuat tulisan serius seperti makalah, jurnal, karya ilmiah, dan sebagainya. Panduan tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah dan berlaku untuk publik (umum). Berikut aturan penulisan gelar yang ada di PUEBI.

Aturan Baku yang Ada di PUEBI

  • Tiap-tiap gelar ditulis sebelum nama pemilik ataupun sesudahnya.
  • Tiap-tiap gelar ditulis dengan menambahkan titik (.) di antara huruf-huruf pada singkatan.
  • Penulisan gelar dengan nama penyandang harus dipisah dengan tanda koma (,).
  • Bila gelar yang dimiliki lebih dari 1, maka harus dipisahkan dengan koma (tanpa spasi).

Penerapan Tulisan Gelar Sarjana Pendidikan menurut PUEBI

Merujuk pada aturan PUEBI, maka gelar sarjana pendidikan cukup ditulis “S.Pd.”. Misalkan Anda bernama Angga Astyanto dan bergelar sarjana pendidikan, maka penulisannya jadi “Angga Astyanto, S.Pd.”. Apabila memiliki gelar lainnya semisal sarjana ekonomi, jadi “Angga Astyanto, S.Pd., S.E.”. Aturan yang sama berlaku jika ada lebih dari 2 gelar.

Lalu, bagaimana jika memiliki jabatan sebagai profesor atau insinyur sekaligus sarjana pendidikan? Maka penulisannya jadi “Prof. Angga Astyanto, S.Pd.” atau “Ir. Angga Astyanto, S.Pd.”. Hanya saja, sekarang ini gelar insinyur sudah digantikan oleh sarjana teknik. Jadi kurang relevan jika ditulis pada masa kini.

Sekilas tentang Sarjana Pendidikan

Menurut Peraturan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, guru adalah profesi. Maka, seorang yang lulus sarjana pendidikan atau S.Pd., harus ikut kuliah PPG atau Pendidikan Profesi Guru. Setelah selesai, barulah berkesempatan mendapat gelar Gr. atau sertifikat pendidik sebagai guru. Jika ditotal, lamanya pendidikan yang ditempuh sekitar 4+1 tahun.

Kenyataan yang terjadi sekarang berbeda 180 derajat dengan puluhan tahun lalau. Sebab, seorang yang menempuh jalur pendidikan di bidang lain seperti sarjana hukum, misalnya, saat ini boleh berprofesi sebagai guru. Persaingan untuk menjadi guru pun belakangan ini sangat ketat. Wajar jika muncul ledakan guru honorer di hampir seluruh daerah Indonesia.

Penulisan gelar spd sangat penting untuk diperhatikan. Terutama ketika ingin menuliskannya pada dokumen penting seperti KTP, SKCK, ataupun lainnya. Tapi ketika dibubuhkan pada undangan pernikahan, tidak harus menyertakan gelar kok. Bebas. Baiknya sih pakai nama polos karena tidak menyangkut kepentingan yang bersifat resmi.

shares