4 Jenis Sablon yang Biasa Digunakan untuk Jersey Custom

4 Jenis Sablon yang Biasa Digunakan untuk Jersey Custom

Terdapat berbagai cara sablon untuk membuat jersey custom sesuai dengan desain yang kamu inginkan. Artikel ini menerangkan beberapa cara sablon tersebut.

Jersey custom sudah ada selama beberapa dekade. Seiring dengan kemajuan teknologi, metode untuk mencetak desain di jersey custom saat ini menjadi semakin mudah dan ekonomis untuk diterapkan. Peralatan untuk sablon jersey custom jadi semakin mudah untuk didapat sehingga terdapat berbagai cara untuk bikin jersey custom pada saat ini. Bentuk desain, komposisi tinta, jenis bordir, mutu dan jenis bahan, semuanya memainkan peranan penting untuk menentukan cara yang paling tepat untuk jersey tertentu.

Berbagai Cara Sablon Jersey

Posisi, ukuran dan warna desain, semua memainkan peranan penting dalam menentukan nilai aestetik suatu jersey. Setiap cara sablon akan meberi hasil yang berbeda, dimana setiap cara mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

  1. Sablon Manual

Sablon manual adalah salah satu cara yang paling murah dan paling umum digunakan, karena tidak memerlukan banyak peralatan untuk penerapannya. Sablon ini menggunakan stensil yang terbuat dari kayu atau alumunium, yang ditempatkan di atas jersey yang akan disablon. Satu-satunya kekurangan dari sablon manual adalah satu layar hanya bisa digunakan untuk satu warna. Tetapi cara ini ekonomis jika digunakan untuk membuat jersey dalam jumlah banyak. Cat atau tinta jenis lain digunakan di stensil untuk memberi warna pada jersey.

  1. Sablon Digital

Sejak munculnya printer inkjet, sablon digital atau ‘direct-to-garment’ adalah cara yang umum digunakan untuk sablon jersey. Karena desain dibuat secara digital, maka desain yang rumit dan detail bukanlah masalah. Tetapi sablon jenis ini agak mahal dan biasanya digunakan untuk sablon jersey satuan.

  1. Bordir

Bordir adalah salah satu cara sablon yang hasilnya paling awet dibandingkan metode lainnya, yang dilakukan dengan cara menjahit atau bordir desain pada jersey. Metode ini memerlukan banyak tenaga dan waktu yang lama. Karena sulit untuk membuat desain yang besar dengan bordir maka metode ini biasanya digunakan untuk desain yang kecil, logo atau tulisan yang tidak terlalu banyak. Hasilnya berbeda dengan sablon jenis lainnya.

  1. Heat Transfer

Cara sablon dengan heat transfer (perpindahan panas) juga dikenal sebagai sablon plastisol. Desain yang akan disablon dipindahkan ke kertas. Dari kertas ini, dipindahkan ke jersey dengan memberikan panas dan tekanan di atas kertas tersebut. Panas ini memungkinkan tinta menempel secara permanen di kain.

Berbagai cara sablon jersey di atas adalah yang paling sering dan umum digunakan. Selain cara-cara tersebut terdapat banyak cara lain yang tidak terlalu efisien dengan hasil yang berbeda. Saat kamu memilih cara tertentu, pastikan bahwa desainnya tidak gampang pudar. Ikuti instruksi pencucian yang disediakan untuk mencegah hal ini terjadi.

shares