Mengenal Biang Keringat pada Bayi dan Jenis-jenisnya

Bayi sangat rentan terserang penyakit terlebih biang keringat, hal ini jaringan kulit dan pori-pori bayi belum matang sempurna sehingga lebih sensitif dibanding orang dewasa. Ciri-ciri biang keringat pada bayi adalah munculnya ruam atau bintik-bintik  kecil berwarna putih atau merah di beberapa bagian tubuh bayi seperti punggung, dahi, leher, dada, dan beberapa area lipatan kulit lainnya. Umumnya penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari perawatan.

Biang keringat sering muncul saat cuaca sedang panas keringat yang keluar dari tubuh tidak bisa melewati pori-pori akibat tersumbat dan akhirnya jaringan kulit menjadi bengkak dan iritasi, biang keringat tidak tergolong penyakit berbahaya namun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman seperti panas dan gatal.

Biang keringat terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya :

  1. Miliaria Kristalin biang keringat tipe 1

Gejalanya muncul bintik-bintik kecil berukuran kecil 1 – 2 mm, sering muncul di daerah lipatan kulit terutama daerah yang tertutup baju. Umumnya tidak disertai keluhan seperti gatal dan panas. Biasanya akan sembuh sendiri setelah beberapa hari setelah perawatan ditandai dengan munculnya sisik putih diatas permukaan kulit.

  1. Miliaria Rubra biang keringat tipe 2

Jenis biang keringat ini lebih berat berukuran sekitar 1 – 2 mm, biasanya menyerang daerah tropis yang memiliki suhu panas dan lembab. Area tubuh yang rentan terserang adalah permukaan kulit yang sering bergesekan dengan pakaian seperti selangkangan dan leher.

Ciri-cirinya muncul bintik berwarna merah agak besar, terasa gatal, panas, dan perih, terutama saat terkena keringat. Penyebabnya karena pori-pori tersumbat sehingga keringat sulit keluar ditambah suhu panas, menjadikan tempat tinggal yang nyaman untuk bakteri dan kuman.

  1. Miliaria Pustulosa terusan Miliaria Rubra

Biang keringat jenis ini merupakan miliaria Rubra yang mengalami perkembangan akibat terinfeksi bakteri piogenik sehingga menjadi lebih parah, akibatnya biang keringat yang muncul mengalami peradangan dan bernanah.

  1. Miliaria Profunda

Jenis biang keringat ini paling jarang terjadi, penyebabnya karena adanya sumbatan di lapisan dalam kulit atau epidermis. Ciri-cirinya memiliki ukuran 1-3 mm, tidak terasa sakit, muncul bintil putih, biasanya bersifat kronis dan sering kambuh, banyak menyerang orang dewasa yang banyak melakukan aktivitas fisik di luar ruangan dan memakai pakaian tertutup.

Cara mencegah dan mengobati biang keringat pada bayi :

Pilih baju berbahan katun

Katun dipercaya dapat menyerap keringat dengan baik, memakaikan baju berbahan katun saat siang hari atau saat cuaca sedang panas dapat mencegah bayi terserang biang keringat.

Namun anda juga harus memperhatikan jika baju yang dipakai mulai basah oleh keringat segeralah ganti dengan pakaian kering, hal ini untuk menghindari kulit bayi menjadi lembab dan di serang bakteri.

Letakkan bayi di tempat yang sejuk

Agar suhu ruangan tetap sejuk dan kering anda bisa menggunakan AC atau kipas angin. Namun jika tidak memiliki keduanya jangan meletakkan bayi di lantai hal ini bisa berakibat buruk untuk paru-parunya.

Pakai bedak salicil

Bedak salicil sangat ampuh untuk mengobati biang keringat. Taburkan bedak secukupnya pada bagian tubuh yang terserang setiap selesai mandi dan sebelum tidur. Saat malam hari pakaikan bedak di area selangkangan, hal ini untuk menghindari terjadinya iritasi dan biang keringat yang lebih parah akibat menggunakan popok.

Kompres dengan es batu

Letakkan es batu ke dalam kain kering. Kemudian tempelkan ke tubuh bayi yang terserang biang keringat selama 30 detik ulangi terus sampai 5 menit. Mengompres dengan es batu juga bermanfaat mendinginkan suhu kulit dan meringankan rasa gatal yang muncul.

Anda tidak perlu khawatir biasanya biang keringat akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari setelah dilakukan perawatan, namun jika biang keringat tidak kunjung membaik setelah 4 hari dan disertai demam diatas 38 derajat Celsius mungkin bayi anda terserang infeksi dan harus segera dilarikan ke rumah sakit atau dokter anak terdekat.

Sekian informasi yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan menginspirasi. Terimakasih.

shares